Kalaumanusia punya kebebasan itu adalah karunia yang luar biasa, sama dengan kalau manusia punya mata untuk melihat, punya tangan untuk memegang, punya kaki untuk berjalan itu juga karunia yang sangat baik. Kalau kemudian karena kebebasan dan kelengkapan tubuhnya manusia memakainya untuk berbuat dosa, yang salah bukan yang menciptakan manusia
Kamitidak pernah BERMIMPI bahwa hari ini seperti yang sekarang, jemaat sekarang yang terdaftar resmi 6000 orang, tapi jumlah seluruh pengunjung 8000 orang, Tuhan beri kami Anugerah, kami punya sekolah, kami punya Radio, kami juga melayani para pecandu narkoba, Tuhan bri kami Klinik pengobatan, kami punya Toko buku dan publishing company, kami punya para misionaris yang melayani di kamboja
Karuniapenglihatan berguna juga untuk menuntun doa syafaat kita sendiri tetapi bukan untuk meramal nasib orang lain. Sebab karunia penglihatan kita bisa tidak sempurna. Setelah mendapatkan penglihatan itu, saya langsung berdoa dengan usaha yang sekeras-kerasnya. "Tuhan, Tuhan" Saya berseru-seru dan memohon-mohon.
Sehinggadi daerah itu banyak yang menjadi percaya. PAP bertanya ke pendeta yang bercerita ini. Kira-kira akhirnya di mana ini? PAP juga diperlihatkan penglihatan wajah Pak Yusak. Dipelayanan punya karunia kesembuhan lebih dekat sama Tuhan, mau disuruh kesana kemana-mana. Gelora dan gelombang Tuhan bersahut-sahutan. Jangan lakukan
Pendetayang Bahagia (Happy Pastors) di mana orang yang punya karunia dapat memimpin penyembahan dan orang lain yang berkarunia memberi pengajaran yang benar. Hanya sedikit peluang bagi Roh untuk memakai orang lain, membagi berkat, atau membina pelayan. seperti melalui mimpi atau penglihatan (lihat Kisah Para Rasul 2:17). Bahasa Lidah
Danselalu saja bincang-bincang bertopik "pendeta: profesi atau panggilan" berubah menjadi "adu pokoke ". Pendek kata, singkat kata, pokoke, pendeta itu panggilan bukan profesi. Titik! Biar ramai saya juga ngotot mengatakan pendeta itu profesi yang tidak beda dengan dokter, insinyur, programmer, designer atau pedagang.
Halini sangat mengherankan dan bahkan juga membuat Pendeta yang memimpin kebingungan, tapi tampaknya Pendeta tersebut juga tidak bisa mengendalikan keadaan yang terjadi. ada banyak sekali orang yang menerima karunia roh seperti mimpi, penglihatan, wahyu roh kudus. istri pendeta saat itu hanya punya sedikit tepung singkong dan sedikit
etejgQ2.
Dari Kehidupan Joseph Smith Setelah suatu masa singkat pengungsian di Quincy, Illinois, pada beberapa bulan awal tahun 1839, para Orang Suci mulai bergerak sekitar 50 mil ke arah utara menuju permukiman Commerce, Illinois. Setelah lolos dari pemenjaraannya di Missouri, Nabi mulai membeli lahan di Commerce dan sekitarnya sebagai tempat-tempat pengumpulan bagi ribuan orang yang telah melarikan diri dari Missouri dan kini membutuhkan tempat untuk membangun kembali kehidupan mereka. Pada bulan Juli 1839, ratusan Orang Suci sedang berkemah dalam tenda-tenda dan kereta-kereta di sebelah timur Sungai Mississippi di Commerce, sementara sebagian lainnya telah menemukan tempat berlindung dalam barak-barak militer yang ditinggalkan di sisi yang lain sungai di Montrose, Iowa. Di rumah baru ini, para Orang Suci bekerja untuk membersihkan dan mengeringkan tanah berawa-rawa di dekat sungai. Banyak anggota Gereja telah digigit oleh nyamuk dan terserang sakit parah karena malaria dan penyakit lainnya. Sebagian Orang Suci meninggal, dan yang lainnya dalam keadaan sekarat. Joseph dan Emma Smith telah membawa begitu banyak orang ke dalam rumah kayu gelondongan mereka untuk dirawat sehingga Nabi memberikan tempat tidurnya serta memilih tidur di luar dalam sebuah tenda. Pada tanggal 22 Juli, di tengah penyakit yang menimpa begitu banyak orang, para Orang Suci menyaksikan apa yang Penatua Wilford Woodruff sebut sebagai “suatu hari kuasa Allah.”1 Pagi itu Nabi bangun, berseru kepada Allah dalam doa, dan, dipenuhi dengan Roh Tuhan, melayani mereka yang sakit di dalam rumahnya, di kebun di luar, dan terus sampai di dekat sungai. Dia menyeberangi sungai dan mengunjungi rumah Brigham Young di Montrose untuk memberinya sebuah berkat penyembuhan. Kemudian, dengan ditemani oleh Sidney Rigdon, Brigham Young, dan anggota Dua Belas Rasul lainnya, dia melanjutkan misi belas kasihannya di antara para Orang Suci Iowa lainnya. Penatua Woodruff mengenang salah satu penyembuhan yang paling sulit dilupakan pada hari itu “Kami menyeberangi lapangan umum, dan memasuki rumah Brother [Elijah] Fordham. Brother Fordham telah sekarat selama satu jam, dan kami mengira setiap menit akan menjadi menit terakhirnya. Saya merasakan kuasa Allah yang menyelubungi Nabi-Nya. Ketika kami memasuki rumah, Brother Joseph berjalan mendekati Brother Fordham, dan memegang tangan kanannya .… Dia melihat bahwa mata Brother Fordham terlihat hampa dan bahwa dia tidak dapat berbicara serta tidak sadar. Setelah memegang tangannya, [Nabi] memandang wajah orang yang sekarat itu dan berkata Brother Fordham, tidakkah Anda mengenal saya?’ Pada awalnya dia tidak memberikan jawaban; tetapi kami semua dapat melihat pengaruh Roh Allah yang bersemayam di atasnya. [Joseph] kembali berkata Elijah, tidakkah Anda mengenal saya?’ Dengan bisikan perlahan, Brother Fordham menjawab, Ya!’ Nabi kemudian berkata, Tidakkah Anda memiliki iman untuk disembuhkan?’ Jawabannya, yang sedikit lebih jelas daripada sebelumnya, adalah Saya khawatir sudah terlambat. Jika Anda datang lebih awal, saya pikir [saya] mungkin dapat.’ Dia tampak bagaikan orang yang baru bangun dari tidur. Itu adalah suatu tidur kematian. Joseph kemudian berkata Tidakkah Anda percaya bahwa Yesus adalah Kristus?’ Saya percaya, Brother Joseph,’ adalah tanggapannya. Kemudian Nabi Allah berbicara dengan suatu suara yang lantang, bagaikan dengan kemegahan Tubuh Ketuhanan Elijah, aku memerintahkan kamu, di dalam nama Yesus dari Nazaret, untuk bangkit dan disembuhkan!’ Kata-kata Nabi bukanlah bagai perkataan manusia, tetapi bagaikan suara Allah. Tampaknya bagi saya bahwa rumah itu terguncang dari fondasinya. Elijah Fordham melompat dari tempat tidurnya bagaikan seseorang yang dibangkitkan dari kematian. Warna yang sehat merona mulai tampak di wajahnya, dan kehidupan dinyatakan dalam setiap tindakan. Kakinya dibalut dengan ramuan lembut [tepung jagung]. Dia menendang lepas ramuan itu dari kakinya, menyebabkan isinya tertumpah, dan kemudian meminta pakaiannya serta mengenakannya. Dia meminta semangkuk roti dan susu, dan menyantapnya; kemudian [dia] mengenakan topinya dan mengikuti kami ke jalan, untuk mengunjungi orang lainnya yang sakit.”2 Pada saat kebutuhan yang besar, para Orang Suci memahami dicurahkannya karunia penyembuhan melalui tangan Nabi. Ajaran-Ajaran Joseph Smith Orang yang sakit dapat disembuhkan melalui iman dan penggunaan kuasa imamat, menurut kehendak Tuhan. “Apakah tanda dari penyembuhan orang yang sakit? Penumpangan tangan adalah tanda atau cara yang ditandaskan oleh Yakobus, dan kebiasaan para Orang Suci zaman dahulu sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan, dan kita tidak dapat memperoleh berkat itu dengan mengambil jalan lain kecuali jalan yang telah ditandaskan oleh Tuhan [lihat Yakobus 514–15].”3 Pada bulan Juli 1839, ketika para Orang Suci baru pindah ke Commerce, Illinois, dan ada banyak penyakit di antara mereka, Joseph Smith mencatat “Banyak penyakit mulai menyerang di antara para saudara, seperti juga di antara penduduk setempat, sehingga minggu ini dan yang berikutnya pada umumya dihabiskan dengan mengunjungi mereka yang sakit dan melayani mereka; beberapa orang memiliki iman yang cukup dan disembuhkan; yang lainnya tidak .… Hari Minggu [tanggal] 28—Pertemuan diadakan seperti biasanya .… Saya berbicara, dan menasihati para anggota Gereja secara perorangan untuk menertibkan rumah mereka, untuk membersihkan bagian dalam piring, dan untuk bertemu pada hari Sabat berikutnya untuk mengambil Sakramen, agar melalui kepatuhan kita terhadap tata cara-tata cara, kita dapat dimungkinkan untuk berjaya bersama Allah menentang si pemusnah, dan agar mereka yang sakit dapat disembuhkan. Sepanjang minggu ini sebagian besar dihabiskan di antara mereka yang sakit, yang pada umumnya mulai memperoleh kekuatannya, dan pulih kesehatannya.”4 “Banyak di antara yang saleh akan jatuh sebagai korban penyakit, wabah, dsb., karena alasan kelemahan daging, namun diselamatkan dalam Kerajaan Allah. Sehingga merupakan sebuah asas yang tidak kudus untuk mengatakan bahwa orang ini telah melanggar karena mereka telah menjadi korban penyakit atau kematian, karena semua daging tunduk pada kematian; dan Juruselamat telah berfirman, Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi’ [lihat Matius 71].”5 Tujuan dari karunia lidah [bahasa] adalah untuk mengajarkan Injil kepada sesama. Nabi berbicara dalam konferensi para penatua pada tahun 1834 “Joseph Smith kemudian memberikan sebuah penjelasan mengenai karunia lidah [bahasa], bahwa itu terutama diberikan untuk pengkhotbahan Injil kepada bangsa-bangsa dan bahasabahasa yang lain, tetapi tidak diberikan untuk pemerintahan Gereja.’6 “Mengenai karunia lidah [bahasa], yang bisa kita katakan adalah, bahwa di tempat ini, kita telah menerimanya sebagaimana para orang zaman dahulu kami berharap Anda, bagaimana pun juga, untuk berhati-hati agar jangan dalam hal ini Anda tertipu .… Setan tidak diragukan lagi akan mengusik Anda mengenai karunia lidah [bahasa], kecuali Anda berhati-hati; Anda tidak dapat mengawasinya terlalu ketat, atau berdoa terlalu banyak. Semoga Tuhan memberi Anda kebijaksanaan dalam segala hal.”7 “Saya membaca pasal 13 dari 1 Korintus [dalam sebuah pertemuan yang diadakan pada tanggal 26 Desember 1841], juga sebagian dari pasal 14, dan mengutarakan bahwa karunia lidah [bahasa] adalah penting di Gereja; … karunia lidah [bahasa] melalui kuasa Roh Kudus di dalam Gereja, adalah bagi manfaat para hamba Allah untuk berkhotbah kepada yang tidak percaya, seperti pada hari Pentakosta.”8 Gambarmissionaries teaching “Karunia lidah [bahasa] melalui kuasa Roh Kudus di dalam Gereja, adalah bagi manfaat para hamba Allah untuk berkhotbah kepada yang tidak percaya” “Lidah [bahasa] diberikan untuk maksud pengkhotbahan di antara mereka yang bahasanya tidak dimengerti; seperti pada hari Pentakosta, dst., dan tidaklah perlu bagi lidah [bahasa] untuk diajarkan pada Gereja secara khusus, karena orang mana pun yang memiliki Roh Kudus, dapat berbicara mengenai hal-hal Allah dalam bahasanya sendiri seperti juga dalam bahasa lainnya; karena iman datang bukanlah melalui tanda, melainkan melalui mendengarkan firman Allah.”9 “Janganlah terlalu ingin tahu mengenai lidah [bahasa], janganlah berbicara dalam bahasa asing kecuali di sana ada seorang penafsir yang hadir; maksud utama dari lidah [bahasa] adalah untuk berbicara kepada orang asing, dan jika orang amat resah ingin memeragakan kecerdasan mereka, biarlah mereka berbicara kepada mereka dalam bahasa mereka sendiri. Karunia Allah semuanya berguna pada tempatnya, tetapi ketika itu diterapkan pada apa yang tidak Allah maksudkan, itu akan terbukti menjadi suatu luka, suatu perangkap dan kutukan daripada sebuah berkat.”10 “Kita juga pernah memiliki saudara lelaki dan perempuan yang keliru memahami karunia lidah [bahasa]; mereka berbicara dengan suara yang menggumam, yang tidak wajar, dan tubuh mereka berubah aneh … ; sementara, tidak ada sesuatu pun yang tidak wajar dengan Roh Allah.”11 “Janganlah berbicara dengan karunia lidah [bahasa] tanpa memahaminya, atau tanpa penafsiran. Iblis dapat berbicara dalam bahasa-bahasa; sang musuh akan datang dengan pekerjaannya; dia dapat menggoda semua golongan; dapat berbicara dalam bahasa Inggris atau Belanda. Jangan biarkan seorang pun berbicara dalam bahasa kecuali dia menafsirkan, kecuali dengan izin dari orang yang ditempatkan untuk memimpin; kemudian dia boleh membedakan atau menafsirkan, atau orang lain boleh melakukannya.”12 “Jika Anda memiliki sesuatu untuk diungkapkan, biarlah itu dalam bahasa Anda sendiri; janganlah berlebih-lebihan dalam menggunakan karunia lidah [bahasa], atau si iblis akan memanfaatkan orang yang tidak bersalah dan tidak waspada. Anda boleh berbicara dalam lidah [bahasa] untuk kenyamanan Anda sendiri, tetapi saya tetapkan ini sebagai sebuah peraturan, bahwa jika apa pun diajarkan melalui karunia lidah [bahasa], itu hendaknya tidak diterima sebagai ajaran.”13 Meskipun hanya satu orang yang berbicara sebagai nabi Gereja, roh nubuat memungkinkan semua orang untuk bersaksi tentang Yesus Kristus. “Tidak seorang pun merupakan pendeta bagi Yesus Kristus tanpa menjadi seorang Nabi. Tidak seorang pun dapat menjadi pendeta bagi Yesus Kristus kecuali dia memiliki kesaksian mengenai Yesus; dan inilah roh nubuat [lihat Wahyu 1910].”14 “Yohanes Pewahyu mengatakan bahwa kesaksian mengenai Yesus adalah roh nubuat [lihat Wahyu 1910]. Sekarang, jika seseorang memiliki kesaksian mengenai Yesus, bukankah dia memiliki roh nubuat? Dan jika dia memiliki roh nubuat, saya bertanya, bukankah dia seorang nabi? Dan jika seorang nabi, tidakkah dia akan menerima wahyu? Dan siapa pun yang tidak menerima wahyu bagi dirinya sendiri haruslah binasa, karena kesaksian mengenai Yesus adalah roh nubuat. Karena Kristus berfirman, mintalah dan kamu akan menerima; dan jika dia menerima apa pun, saya bertanya, bukankah itu merupakan wahyu? Dan jika seseorang tidak memiliki kesaksian mengenai Yesus atau roh Allah, dia bukanlah dari-Nya, yaitu dari Kristus. Dan jika bukan dari Dia, dia haruslah binasa.”15 Seorang pengunjung ke Nauvoo mencatat bahwa Joseph Smith mengajarkan yang berikut dalam suatu pembicaraan “Nabi Joseph [berkata bahwa] … untuk menjadi pendeta bagi Yesus, seseorang haruslah bersaksi mengenai Yesus; dan untuk bersaksi mengenai Yesus, seseorang haruslah memiliki roh nubuat; karena, menurut Yohanes, kesaksian mengenai Yesus adalah roh nubuat. Jika seseorang mengaku sebagai pendeta bagi Yesus dan tidak memiliki roh nubuat, dia pastilah seorang saksi palsu, karena dia tidak memiliki karunia itu yang menjadikannya memenuhi syarat bagi jabatan itu; dan perbedaan antara [Joseph Smith] dengan para rohaniwan angkatan ini adalah, dia mengaku memiliki roh nubuat itu yang menjadikannya memenuhi syarat untuk bersaksi mengenai Yesus dan Injil keselamatan; dan para rohaniwan menyangkal roh itu, bahkan roh nubuat, itu sendiri dapat menandaskan mereka sebagai saksi dan pemberi kesaksian sejati Tuhan Yesus, namun mengaku sebagai pendeta keselamatan yang sejati.”16 “Iman datang melalui mendengar firman Allah, melalui kesaksian para hamba Allah; kesaksian itu selalu disertai dengan Roh nubuat dan wahyu.”17 Karunia pembedaan roh memperkenankan yang setia untuk membedakan antara pengaruh roh yang baik atau yang jahat. Pada masa awal pemulihan Gereja, anggota Gereja, seperti juga anggota kelompok-kelompok keagamaan lainnya, kadang-kadang bertindak atas pengaruh dari roh-roh jahat atau palsu, dengan mempercayai bahwa mereka berada di bawah pengaruh Roh Kudus. Nabi Joseph Smith mengajarkan “Kejadian baru-baru ini yang telah terjadi di antara kita mengembankan tugas penting bagi diri saya untuk mengatakan sesuatu sehubungan dengan roh-roh yang dengannya orang telah bertindak. Telah terbukti dari tulisan para Rasul [dalam Perjanjian Baru], bahwa banyak roh palsu berada pada zaman mereka, dan telah pergi ke dalam dunia,’ dan bahwa dibutuhkan kecerdasan yang hanya Allah Sendiri dapat berikan untuk membedakan roh-roh palsu, dan untuk membuktikan roh-roh mana saja yang berasal dari Allah [lihat 1 Yohanes 41–4]. Dunia pada umumnya telah bersikap amat masa bodoh sehubungan dengan hal yang satu ini, dan mengapa mereka harus bersikap berbeda—tidak ada orang yang tahu apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah’ [lihat 1 Korintus 211] … Selalu, dalam setiap zaman, tampaknya ada kurangnya kecerdasan sehubungan dengan topik ini. Roh-roh dari berbagai jenis telah dinyatakan, di setiap zaman, dan hampir di antara semua orang .… Semua memiliki roh mereka, semua memiliki hak pilihan supernatural, dan semua yakin bahwa roh mereka berasal dari Allah. Siapa yang akan menguakkan misteri tersebut? Ujilah roh-roh itu,’ kata Yohanes [1 Yohanes 41], tetapi siapa yang harus melakukannya? Yang terpelajar, yang fasih, yang ahli filsafat, yang bijak, yang agamais—semuanya bersikap masa bodoh .… Siapa yang dapat menarik ke dalam terangnya siang dan menguakkan misteri tersembunyi roh-roh palsu yang begitu sering dinyatakan di antara para Orang Suci Zaman Akhir? Kami menjawab bahwa tidak seorang pun dapat melakukan ini tanpa Imamat, dan memiliki pengetahuan akan hukum-hukum yang dengannya roh-roh itu diatur; karena sebagaimana tidak ada orang yang tahu hal-hal dari Allah, kecuali dengan Roh Allah,’ maka tidak seorang pun mengetahui roh-roh iblis, dan kuasa serta pengaruhnya, kecuali dengan memiliki kecerdasan yang lebih daripada manusia, dan setelah disingkapkan melalui perantaraan Imamat cara kerja yang misterius dari rencana-rencananya .… Seseorang haruslah memiliki kemampuan pembedaan roh sebelum dia dapat menarik ke dalam terangnya siang pengaruh yang dari neraka ini dan menyingkapkannya pada dunia dalam segala nuansa warnanya yang menghancurkan jiwa, kejam, dan mengerikan; karena tidak ada sesuatu pun yang menyebabkan cedera lebih besar kepada anak-anak manusia daripada berada di bawah pengaruh roh-roh palsu ketika mereka berpikir bahwa mereka memiliki Roh Allah. Ribuan orang telah merasakan pengaruh kuasanya yang mengerikan dan dampaknya yang meracuni .… Sebagaimana telah kita amati sebelumnya, kesulitan besar terletak pada kemasabodohan akan sifat roh, akan hukum-hukum yang dengannya itu diatur, dan tanda-tanda yang melaluinya itu dapat dikenali; jika dibutuhkan Roh Allah untuk mengetahui halhal dari Allah; dan roh iblis hanya dapat disibakkan melalui perantaraan itu, maka adalah akibat alaminya bahwa kecuali orang atau orang-orang memiliki suatu komunikasi, atau wahyu dari Allah, menyingkapkan kepada mereka cara kerja roh itu, mereka haruslah sepanjang kekekalan tetap bersikap masa bodoh akan asas-asas ini; karena saya yakin bahwa jika satu orang tidak dapat memahami hal-hal ini kecuali melalui Roh Allah, sepuluh ribu orang pun tidak dapat; itu juga sama jauhnya dari jangkauan kebijaksanaan mereka yang terpelajar, lidah mereka yang fasih, kuasa dari yang perkasa. Dan kita pada akhirnya haruslah tiba pada kesimpulan ini, apa pun yang mungkin kita pikirkan mengenai wahyu, bahwa tanpanya kita tidak dapat mengetahui atau memahami apa pun dari Allah, atau iblis; dan betapa pun tidak bersedianya dunia untuk mengakui asas ini, telah terbukti dari pernyataan kepercayaan dan beragam dugaan mengenai hal ini bahwa mereka tidak memahami apa pun mengenai asas ini, dan juga sama jelasnya bahwa tanpa suatu komunikasi ilahi mereka haruslah tetap berada dalam kemasabodohan .… Seseorang haruslah memiliki kemampuan membedakan roh, seperti kita nyatakan sebelumnya, untuk memahami hal-hal ini, dan bagaimana dia dapat memperoleh karunia ini jika tidak ada karunia Roh? Dan bagaimana karunia ini dapat diperoleh tanpa wahyu? Kristus naik ke surga, dan memberikan karuniakarunia kepada manusia; dan Ialah yang memberikan baik Rasul-Rasul maupun Nabi-Nabi, Pemberita-Pemberita Injil maupun Gembala-Gembala dan Pengajar-Pengajar’ [lihat Efesus 48, 11]. Dan bagaimanakah para Rasul, Nabi, Pemberita Injil, Gembala dan Pengajar dipilih? Melalui nubuat wahyu dan melalui penumpangan tangan;—melalui sebuah komunikasi ilahi, dan suatu tata cara yang ditetapkan secara ilahi— melalui perantaraan Imamat, diorganisasi menurut aturan Allah, melalui penunjukan ilahi. Para Rasul di zaman dahulu memegang kunci-kunci Imamat ini—dari misteri-misteri kerajaan Allah, dan karenanya dimungkinkan untuk membukakan kunci dan menyibakkan segala hal sehubungan dengan pemerintahan Gereja, kesejahteraan masyarakat, masa depan nasib manusia, dan hak pilihan, kuasa, serta pengaruh roh; karena mereka dapat mengendalikannya sekehendak mereka, menyuruh mereka pergi dalam nama Yesus, serta mengenali cara kerjanya yang licik dan misterius sewaktu berusaha untuk mengelabui para anggota Gereja dengan kedok keagamaan, serta mengangkat senjata melawan kepentingan Gereja dan penyebaran kebenaran .… … Juruselamat kita, para Rasul, dan bahkan para anggota Gereja dianugerahi dengan karunia ini, karena, kata Paulus, Kepada yang seorang diberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, kepada yang lainnya untuk menafsirkan bahasa roh itu, kepada yang lainnya untuk mengadakan mukjizat, kepada yang lainnya untuk bernubuat, kepada yang lainnya untuk membedakan roh’ [lihat 1 Korintus 1210]. Semua ini berasal dari Roh Allah yang sama, dan merupakan karunia dari Allah .… Tidak seorang pun atau sejumlah orang pun tanpa wewenang yang telah ditetapkan secara resmi, Imamat dan pembedaan roh, dapat mengenali roh-roh yang sejati dan yang palsu.”18 “Roh-roh yang berdusta merajalela di bumi. Akan ada banyak perwujudan roh, baik yang salah maupun yang sejati .… Setiap roh, atau penglihatan, atau nyanyian, belum tentu berasal dari Allah …. Karunia pembedaan roh akan diberikan kepada Penatua Pimpinan. Berdoalah baginya agar dia boleh memiliki karunia ini.”19 Saran untuk Pembelajaran dan Pengajaran Pertimbangkanlah gagasan berikut ketika Anda mempelajari bab ini atau ketika Anda mempersiapkan diri untuk mengajar. Untuk bantuan tambahan, lihat halaman vii–xiii. Ulaslah kisah di halaman 441–443. Bagaimana kisah ini dapat membantu para pemegang Imamat Melkisedek mempersiapkan diri untuk melayani orang yang sakit? Bagaimana itu dapat membantu kita ketika kita membutuhkan berkat keimamatan? Menurut Anda mengapa penting bagi Brother Fordham untuk menyatakan imannya kepada Yesus Kristus pada waktu itu? Ulaslah ajaran Nabi Joseph di halaman 443–444. Pengalaman apa yang telah membantu Anda mengerti kuasa Imamat dalam menyembuhkan orang yang sakit? Asas-asas apa hendaknya yang membimbing kita dalam membagikan pengalaman kita tentang penyembuhan orang yang sakit? Mengapa sebagian orang tidak disembuhkan, bahkan ketika mereka beriman dan menerima berkat keimamatan? Joseph Smith mengatakan bahwa karunia lidah [bahasa] “terutama diberikan untuk pengkhotbahan Injil ke bangsa-bangsa dan bahasa-bahasa yang lain” lihat hlm. 444–446. Bagaimana karunia ini telah membantu dalam menyebarkan Injil ke seluruh dunia? Bagaimana Anda atau seseorang yang Anda kenal telah menerima karunia lidah [bahasa] untuk membantu mengkhotbahkan Injil? Ulaslah ajaran Nabi mengenai roh nubuat hlm. 446–447. Apa artinya bagi Anda untuk mengetahui bahwa setiap anggota Gereja dapat memiliki roh nubuat? Ulaslah ajaran Nabi mengenai karunia membedakan roh hlm. 447–450. Apakah karunia membedakan roh itu? Bagaimana kita dapat menghindari ditipu oleh pengaruh jahat? Bagaimana nabi kita dewasa ini dan para pemimpin Gereja lainnya membantu kita membedakan pengaruh-pengaruh jahat? Tulisan Suci Terkait 1 Korintus 121–31; 141–6, 22–28; Yakobus 514–15; Moroni 108–17; A& 461–33; 501–36, 40–44; 5214–19
1. Billy Graham Lahir 7 November 1918 Aliran Baptis Southern Baptist William Franklin "Billy" Graham, Jr. adalah seorang penginjil Kristen Amerika. Pada 25 April, 2010 ketika ia bertemu dengan Barack Obama, dia telah menjadi penasehat spiritual untuk dua belas presiden Amerika Serikat sejak Harry S. Truman. Selain itu, Graham juga masuk dalam tujuh besar orang paling dikagumi di dunia abad ke-20 menurut. Dia dikenal banyak orang karena khotbah-khotbahnya yang sering disiarkan di radio dan televisi. Billy Graham telah berkhotbah kepada banyak pendengar lebih dari pengkhotbah manapun di dunia. Menurut stafnya, pada tahun 1993 lebih dari 2,5 juta orang telah "melangkah maju di Kebaktian Kebangunan Rohani untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka ". Data tahun 2008, khotbah Billy Graham telah menjangkau sekitar 2,2 miliar pendengar. Pada bulan April 2010, Graham, yang saat ini berusia 91 tahun yang memang sudah diganggu dengan penglihatan dan pendengaran yang mulai tidak berfungsi masih berencana untuk mengadakan Kebaktian Akbar untuk terakhir kalinya dan direncanakan akan digelar di sebuah Stadion. 2. Dwight L. Moody Lahir 5 February 1837 - 22 December, 1899 Aliran Injili/Evangelical Moody lahir pada hari yang sama dengan ulang tahun ibunya, yaitu di suatu peternakan kecil di New England AS. Ayahnya meninggal ketika dia berusia 4 tahun. Tahun 1860, Presiden Abraham Lincoln menjadi anggota dari gereja yang dipimpinnya. Tuhan semakin memberkati usaha pelayanan Moody, sehingga di mana pun ia memberitakan Injil, ratusan bahkan ribuan orang bertobat menerima keselamatan. Berita tentang kebaktian dan kebangunan rohani yang dipimpin Moody tersebar sampai seluruh Amerika, bahkan dampaknya juga sampai ke negara lainnya. Surat kabar dan radio ikut memberitakan fenomena kegerakan rohani yang dimotori Moody ini. Pelayanan terakhir Moody adalah di gedung Convention Hall yang dihadiri sekitar orang. Kotbahnya diambilkan dari nas Lukas 1416-24 tentang orang-orang yang berdalih. Selesai kebaktian ini, Moody jatuh sakit dan pulang ke Northfield untuk beristirahat. Akhirnya, di kota asalnya ini Moody meninggal dunia pada tanggal 22 Desember 1899. Namun kenangan akan pelayanannya tetap tersimpan manis sampai saat ini, dan beberapa ucapannya yang terkenal, masih kerap di kutip dalam berbagai naskah maupun kotbah-kotbah hamba Tuhan saat ini. Kutipannya yang terkenal adalah "Alkitab akan menjauhkan anda dari dosa, dan dosa akan menjauhkan anda dari Alkitab". 3. Smith Wigglesworth Aliran Methodis, tapi punya pengaruh besar terhadap gerakan dan paham Pentakosta Wigglesworth percaya penyembuhan yang datang melalui iman, dan ia fleksibel tentang metode yang digunakan. Ketika ia dilarang untuk meletakkan tangan pada para jemaat oleh pihak berwenang di Swedia, dimana saat itu dia sedang berkhotbah untuk "pemulihan ekonomi", akhirnya dia menyuruh orang-orang untuk meletakkan tangan pada diri mereka sendiri. Dia juga seringkali bahkan hampir selalu mengurapi dengan menggunakan minyak, dan pembagian sapu tangan doa salah satu yang dikirim kepada Raja George V. Wigglesworth seringkali mengusir sakit karena dia percaya bahwa sakit penyakit berasal dari setan. Dokter mendiagnosa Smith menderita usus buntu yang makin hari makin parah. Harapan satu-satunya hanya melalui operasi, tapi saat itu tubuhnya terlalu lemah. Dokter itu pergi, berjanji untuk kembali nanti. Seorang wanita tua dan seorang pemuda datang dan berdoa. Pemuda itu meletakkan tangannya di Smith dan menangis, "Keluarlah, setan, dalam nama Yesus." Smith bersaksi, "Yang mengejutkan adalah sakit penyakit itu langsung lenyap dan saya merasakan kesehatan yang luar biasa." Dia turun dan mengatakan kepada istrinya yang terkejut, "Saya sembuh." Sekitar dua puluh orang bangkit dari antara orang mati selama pelayanan Smith. Dia percaya percobaan besar menyebabkan pengalaman lebih dalam dengan Allah. "Hanya emas yang melelehlah yang bisa dibentuk" adalah salah satu ucapan-Nya. 4. Reinhard Bonnke Aliran Karismatik Ia mengalami "lahir baru" pada usia 9. Ia belajar di Sekolah Tinggi Alkitab Wales di Swansea dan pendeta di Jerman selama tujuh tahun. Ia memulai pelayanannya di Afrika, yang merupakan panggilan utamanya, dengan berkhotbah di Lesotho pada tahun 1967. Ia kemudian mengadakan pertemuan evangelis besar di seluruh benua. Reinhard mulai mengadakan pertemuan tenda yang menampung 800 orang. Kehadiran pengunjungnya makin hari makin meningkat sehingga tenda yang lebih besar harus dibeli. Pada tahun 1984, ia menugaskan pembangunan sebuah tenda yang mampu menampung jiwa. Tenda ini hancur dalam badai angin tepat sebelum Kebaktian Kebangunan Rohani dimulai. Ada pertanyaan tentang bagaimana untuk melanjutkan. Tim memutuskan untuk tetap mengadakan Ibadah di alam terbuka. Ketika mereka mengharapkan tenda itu akan dipenuhi oleh peserta, ternyata Tuhan mendatangkan lebih dari orang, dan akhirnya mereka mengerti mengapa Tuhan merubuhkan tenda tersebut. Reinhard mendirikan pelayanan internasional, Christ For All Nations, dengan lokasi kantor di Johannesburg, Afrika Selatan; Frankfurt, Jerman; Birmingham, Inggris; Ontario, London dan Orlando, Florida. Sejak awal milenium baru, melalui sejumlah besar kebaktian yang diadakan di Afrika dan bagian dunia lainnya, tercatat telah 55 juta jiwa memutuskan untuk menerima Yesus Kristus. Sebagai bagian dari program pemuridan-pelatihan, 185 juta eksemplar literatur CFAN telah diterbitkan dalam 103 bahasa dan dicetak di 55 negara. Jutaan buku telah dicetak dan disebarkan secara cuma-cuma di negara-negara di seluruh dunia. 5. Martin Luther King, Jr. Aliran Baptis Martin Luther King, Jr., adalah penerima Nobel, pendeta Baptis dan aktivis HAM bagi warga Afrika-Amerika. Dia adalah salah seorang pemimpin terpenting dalam sejarah AS dan dalam sejarah non-kekerasan pada zaman modern, dan dianggap sebagai pahlawan, pencipta perdamaian dan martir oleh banyak orang di seluruh dunia. Satu setengah dekade setelah pembunuhan terhadapnya pada tahun 1968, Amerika Serikat menetapkan sebuah hari libur untuk memperingatinya, Hari Martin Luther King. Harus diakui, dalam bidang khotbah dan penginjilan, tidak ada karya ataupun kebaktian akbar yang pernah dibuatnya. Namun, dilihat dari hasil dan pengaruhnya terhadap perubahan sosial sangat terlihat. King adalah seorang pendeta di Gereja Baptis Montgomery, Alabama yang berjuang melawan diskriminasi rasial. Pada tahun 1963, King memimpin demonstrasi pemboikotan bus di Birmingham. Pemboikotan itu dilakukannya tanpa menggunakan kekerasan. Kebesaran King terutama terletak pada impian tinggi dan gaya spektakulernya sebagai seorang pendeta. Pidatonya dengan judul "Saya memiliki sebuah impian" pada parade berbarisnya ke Washington, DC 28 Agustus 1963 membuatnya semakin terkenal. Ia dipuja dengan banyak gelar terhormat. Pada 1963, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel. Ia ditembak hingga meninggal dunia ketika ia melakukan aksi di Memphis pada 4 April 1968. Guncangan dari kematiannya menyebabkan banyak kerusuhan dan bentrokan di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat. 6. David Yonggi Cho Aliran Pentakosta David Yonggi Cho adalah pendeta Kristen Korea Selatan. Dia adalah Gembala Senior dan pendiri Gereja Injil Sepenuh Yoido Sidang Jemaat Allah, jemaat terbesar di dunia dengan anggota 2003, dan saat ini sudah lebih dari 1 juta jemaat. Cho masih melakukan dua pelayanan khotbah di tujuh gereja cabangnya dimana jemaat masih begitu antusias untuk menghadiri ibadahnya sehingga mereka harus datang satu jam sebelumnya agar bisa mendapatkan kursi. 7. William Seymour Aliran Karismatik Hampir saya bisa pastikan, jarang sekali orang Kristen yang mengenal nama ini. Padahal, bersama Charles Parham, dia adalah pelopor gerakan Pentakosta dan Karismatik yang saat ini merupakan denominasi yang memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi. Sejak dipelopori awal 1900, saat ini gerakan ini sudah memiliki lebih dari 500 juta jemaat. Seymour lahir anak dari budak di Centerville, Louisiana. Sebagai seorang pria dewasa ia menjadi mahasiswa di sebuah sekolah Alkitab yang baru dibentuk didirikan oleh Charles Parham di Houston, TX pada tahun 1905. Di sinilah ia belajar prinsip utama dari Gerakan Kekudusan. Ia mengembangkan pemahamannya mengenai glossolalia "berbicara dalam bahasa lidah/roh" sebagai konfirmasi dari karunia-karunia Roh Kudus. Dia kemudian pindah ke Los Angeles untuk melayani di gereja. Sebagai konsekuensi dari keterlibatannya dalam aliran yang dianggap aneh, dia telah dihapus dari paroki di mana ia telah ditunjuk. Mencari tempat untuk melanjutkan pekerjaannya, ia menemukan sebuah bangunan kumuh di pusat kota Los Angeles berada di Azusa Street, dan berkhotbah mengenai pengajaran awal Pentakosta di sana. Seymour tiba dan berkhotbah mengenai pesan-pesan Pentakostalnya di sebuah rumah yang dijadikan tempat kebaktian. Setelah sebulan berdoa dan berpuasa terus-menerus, Roh Kudus turun menguasai sekelompok kecil jemaat itu. Beberapa orang diantaranya berbahasa lidah pada bulan April 1906. Peristiwa itu bagaikan api, menyebar sedemikian cepat sehingga begitu banyak orang datang dan beranda rumah kecil itu menjadi roboh. Akhirnya, para jemaat harus mencari gedung lain yang lebih besar. Mereka menemukan dan menyewa sebuah bangunan bekas gereja yang digunakan sebagai gudang di Jalan Azusa nomor 312. Kebaktian diadakan setiap hari sampai tengah malam selama tiga tahun terus-menerus. Sering kali enam ratus orang berada bersamaan di dalam gereja kecil itu sementara lima atau enam ratus orang lainnya mendengarkan di luar jendela. Pada awalnya, dewan pers dan para pemimpin agama menolak gerakan ini dan menganggap karunia-karunia roh dramatis lainnya - seperti penyembuhan, nubuat, dan bahasa lidah - sebagai suatu lelucon yang patut dipertanyakan. Tetapi bukan hal ini yang sebenarnya William Seymour tekankan, dia menekankan betapa pentingnya baptisan Roh Kudus. "Bahasa lidah merupakan salah satu tanda yang dapat diterima oleh setiap orang yang sudah dibaptis, tetapi bukan hal ini yang merupakan bukti nyata atas hadirnya Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari," tulisnya. Para ahli sejarah gereja akhirnya mulai berusaha mewujudkan impian Pendeta William J. Seymour dan pandangannya mengenai persatuan antarumat Kristen. Pada tahun 1972, Sidney Ahlstrom, seorang ahli sejarah gereja yang terpandang dari Universitas Yale, mengakui "Seymour memberi pengaruh besar dalam gerakan Kristen di Amerika daripada para pemimpin berkulit hitam lainnya."
MANADO - Status akun Facebook Gloria Tesalonika Lomboan terkait pesawat jatuh menjadi viral di media sosial setelah Lion Air JT 610 jatuh di Perairan Karawang, Jabar, Senin 29/10/2018. Pada status di Facebook yang ditulis 2 Oktober 2018 itu Gloria Tesalonika Lomboan menulis telah mendapat 'penglihatan' bahwa ada pesawat akan jatuh. Dia pun meminta agar calon penumpang pesawat di mana pun berada agar waspada dan tetap berdoa. Baca Sejak Umur 6 Dapat Karunia, Gloria Tesalonika Lomboan Sering Dipanggil Mendoakan Kepala Daerah Terkait karunia yang dimiliki Gloria itu, Pendeta Pdt Marco Wagey MTh menyatakan percaya bahwa karunia’ Tuhan itu memang ada. “Tapi, persoalannya adalah bagaimana kita melihat, memberi tanggapan, ataupun mempergunakan karunia itu,” ujar pendeta yang melayani GMIM Tasik Genesaret Sindulang 2 itu kepada Rabu 31/10/2018. Menurut Marco, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan mengenai karunia itu. Ilustrasi Pesawat Lion Air dan Gloria Lomboan KOLASE TRIBUNMANADO/ISTIMEWA/FACEBOOK Baca Kisah Gloria Lomboan, Tulis Status Pesawat Akan Jatuh Jadi Viral, hingga Oknum Catut Namanya Pertama, karunia itu datangnya dari Tuhan, bukan dari manusia. Dalam konteks ini tidak ada manusia yang bisa mengklaim bahwa dia memperoleh karunia. Kalau orang boleh mengklaim punya karunia, bahayanya adalah orang bisa jadi sombong rohani, merasa diri lebih dari orang lain secara rohani. Kedua, karunia dari Tuhan itu ada. Tapi, karunia itu tidak diberikan kepada semua orang, melainkan hanya kepada orang orang tertentu yang dikehendaki Tuhan. Biasanya, kita memahami karunia itu berhubungan dengan "kuasa". Ada orang yang diberi karunia untuk bernubuat, ada yang diberikan karunia untuk mengajar, ada pula yang diberikan karunia untuk menafsirkan sesuatu, dan lain-lain. Yang terpenting harus dipahami, tegas Marco, adalah tidak semua orang diberikan karunia yang sama. Tuhan akan memberi karunia kepada siapa pun yang Tuhan berkenan. Baca Cerita Gloria Lomboan, Gadis Pendoa yang Status Facebooknya Viral setelah Pesawat Lion Air Jatuh Ketiga, untuk menguji apakah itu karunia dari Tuhan atau bukan, maka yang harus kita lihat adalah apakah karunia itu memuliakan Tuhan dan tidak. Apakah karunia itu akan mencerai-beraikan persekutuan atau tidak. Karena hal yang menguntungkan pribadi atau dipakai untuk memuliakan diri sendiri tentu saja bukan karunia. Glloria Tesalonika Lomboan. TRIBUN MANADO/FERDINAND RANTI
Budhi Marpaung Official Writer Sepanjang 2018, berita-berita Kekristenan di tanah air Indonesia berhasil menarik perhatian para pengunjung di Dari banyaknya berita yang telah diangkat, ada beberapa yang adalah lima 5 artikel berita Kekristenan yang dimaksud 1. Akhirnya Fifi Tjahaja Purnama Angkat Suara Soal Isu Pindah Agama AhokMeski berada di tahanan dan sudah lama tidak tampil di muka umum, hal-hal yang berkaitan dengan Basuki Tjahaja Purnama tetap ditunggu-tunggu oleh publik. Isu berpindah agamanya Ahok oleh karena akan menikahi seorang anggota polisi menjadi perbincangan yang hangat saat itu. Sang adik, Fifi Lety Tjahaja Purnama lantas memposting jawaban atas pertanyaan publik atas isu terkait kakak laki-lakinya tersebut di akun media sosialnya. “trueorfalse Dari jawaban Yg masuk dapat Di simpulkan banyak sudah tahu mana berita bohong dan mana Yg benar. Sudah jelas Tidak mungkin Demi wanita basukibtp pindah agama. Kalau dulu saja di minta pindah agama demi jabatan Atau Demi tidak masuk penjara dia tidak mau, mana mungkin cuma Gara2 wanita pindah,” tulis Fifi. 2. Viral! Sebelum Lion Air Jatuh, Gadis Pendoa Ini Sudah Sebarkan Pengelihatannya Lewat FB!Dalam peristiwa jatuhnya Lion Air JT 610 di Karawang, Senin 29/10/2018, terselip suatu fakta dimana seorang gadis remaja bernama Gloria Tesalonika Lomboan pernah menuliskan suatu penglihatan di akun Facebook pribadinya yakni bahwa akan ada pesawat yang dari Tribun Manado, Gloria sudah diberikan karunia oleh Tuhan untuk mendoakan orang sakit sejak berusia 6 tahun. Ia juga mendapat karunia penglihatan atau bernubuat mengenai musibah-musibah status Facebooknya viral, Gloria menjelaskan kalau hal ini bukanlah sebuah ramalan, melainkan penglihatan yang Tuhan berikan melalui dirinya. 3. Pernah Bermusuhan, Mantan Petempur Kristen dan Islam Saat Konflik Ambon Kini Bersahabat Ronald kiri dan Iskandar kanan kini saling bersahabat / Sumber BBC Indonesia Ronald Regang dan Iskandar Slameth merupakan dua orang pimpinan dari kelompok yang turut ambil bagian dalam konflik bernuansa SARA yang terjadi di Ambon belasan tahun silam. Ronald merupakan komandan pasukan anak Kristen, sedangkan Iskandar merupakan bagian dari Pasukan Jihad. Seusai Perjanjian Malino pada 2002, konflik di Ambon mulai mereda. Keduanya kembali ke komunitas masing-masing. Meski begitu, keduanya masih menyimpan kemarahan atau dendam. Ronald dan Iskandar akhirnya bertemu pada 2006 di dalam sebuah acara lintas damai yang melibatkan Lembaga Antar Iman Maluku, wadah yang diorganisir Pendeta Jacky Manuputty dan Ustad Abidin Wakano. Melihat persahabatan yang terjalin antara Pendeta Jacky Manuputty dengan Ustad Abidin, keduanya akhirnya bisa berkomunikasi dan akhirnya menjadi sahabat sampai sekarang. 4. Fakta Pramugari Lion Air JT610 Vita Simarmata Saat Merasa Sendiri, Membaca Alkitab! Vita Damayanti Simarmata merupakan salah satu korban korban Lion Air JT 610 yang jatuh di Karawang pada Senin, 29/10/2018. Perempuan yang berprofesi sebagai pramugari itu diketahui ternyata merupakan pengguna media menelusuri jejak-jejak Vita di medsos, ternyata menemukan hal yang menarik. Bagaimana tidak, pada satu pertanyaan dari pengguna medsos kepada dirinya, Vita dengan tanpa ragu mengungkapkan sisi spiritualitas dirinya.“pernah ngerasa ga punya temen banyak/beberapa tp masih suka ngerasa sepi sendiri?dan kadang kaya gaada yg ngerti perasaan kita? kalo kaya gitu apa yg km lakuin?,” demikian pertanyaan yang dikirimkan anonymous kepada Vita di akun ASK FM miliknya vitads_“sering…biasanya kalo udah gitu lgsg saat teduh, ambil bible, trs doa,” jawab Terjerat Kasus Penistaan Agama, Ini 5 Fakta Soal Pendeta Saifuddin IbrahimPendeta Saifuddin Ibrahim atau dikenal juga dengan sebutan Abraham Ben Moses harus berhadapan dengan hukum oleh karena aktivitas yang dilakukannya di dunia dalam jaringan. Ia ditangkap oleh pihak kepolisian pada Selasa 5 Desember 2018 dengan tuduhan telah menyebarkan ujaran kebencian terhadap agama Islam lewat sosial media Facebook. Dari hasil penelusuran, Jawaban com mendapati 5 fakta seputar sosok Pendeta Saifuddin Ibrahim ini, dimana salah satunya adalah Pendeta Saifuddin Ibrahim merupakan pendeta Kristen yang pertama kali kena jerat kasus penistaan agama. Seperti apakah berita-berita yang akan muncul di di tahun mendatang? Yang manakah yang akan banyak dibaca oleh pengunjung? Biarlah waktu yang menjawabnya. Sumber
pendeta yang punya karunia penglihatan